Saturday, 16 Aug 2025

Kultur China yang Tidak Ada di Indonesia Tradisi Unik yang Jarang Diketahui

China dikenal sebagai negara dengan peradaban kuno yang telah berkembang selama ribuan tahun. Budayanya begitu kaya, penuh simbol, filosofi, dan ritual yang masih dilestarikan hingga kini. Banyak unsur budaya China yang telah masuk ke Indonesia, seperti perayaan Imlek, barongsai, hingga makanan khas seperti dimsum. Namun, tidak semua budaya tersebut ikut terbawa dan dipraktikkan oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia.

Artikel ini akan membahas beberapa kultur khas China yang tidak ada di Indonesia, atau sangat jarang ditemukan. Dengan memahami budaya-budaya ini, kita bisa melihat betapa unik dan kompleksnya tradisi Tiongkok yang masih terjaga hingga saat ini.

2. Festival Qixi: Valentine Versi Tiongkok

Di China, Qixi Festival dianggap sebagai Hari Kasih Sayang yang berasal dari legenda Zhinü dan Niulang, sepasang kekasih yang hanya bisa bertemu setahun sekali di langit. Festival ini dirayakan pada hari ketujuh bulan ketujuh kalender lunar.

Pasangan muda di Tiongkok akan saling bertukar hadiah dan mengadakan ritual kecil sebagai lambang cinta abadi. Di Indonesia, meski budaya Valentine barat cukup populer, Qixi Festival hampir tidak dikenal atau diperingati.

3. Qingming Festival: Hari Sapu Makam

Qingming Festival atau Tomb Sweeping Day adalah momen tahunan ketika keluarga Tionghoa di China berziarah ke makam leluhur mereka. Selain membersihkan makam, mereka juga melakukan ritual penghormatan dengan membakar replika barang-barang seperti rumah, mobil, bahkan uang kertas “afterlife”.

Di Indonesia, budaya ziarah memang ada, tapi praktik khas Qingming seperti membakar replika barang tidak umum dilakukan, terutama karena aturan setempat atau perbedaan interpretasi kepercayaan.

5. Makanan sebagai Obat: Filosofi Yin-Yang

Dalam budaya China, makanan bukan hanya pengisi perut tapi juga berfungsi sebagai alat penyembuhan. Berdasarkan filosofi Yin dan Yang, makanan dibagi menjadi ‘dingin’ (yin) dan ‘panas’ (yang), dan dikonsumsi untuk menyeimbangkan energi tubuh.

Misalnya, saat seseorang merasa “panas dalam”, ia akan makan makanan yang bersifat dingin seperti buah pir atau herbal tertentu. Di Indonesia, pemahaman ini tidak umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

6. Sistem Penamaan: Marga di Awal

Kultur penamaan di Tiongkok mengedepankan nama keluarga (marga) di awal, lalu diikuti nama pribadi. Contohnya, dalam nama “Li Wei”, “Li” adalah marganya.

Tradisi ini mencerminkan pentingnya keluarga dan identitas kolektif dalam masyarakat Tiongkok. Di Indonesia, terutama pasca-Orde Baru, banyak warga Tionghoa mengadopsi nama Indonesia dan meninggalkan sistem marga. Maka, sistem penamaan asli Tiongkok ini menjadi kultur yang perlahan menghilang dari praktik masyarakat Tionghoa di Indonesia.

Similar Article

Tidak Hanya Mandarin, Ini Dia Beragam Dialek yang Ada di China

China adalah negara dengan keragaman budaya dan bahasa yang ...

Fakta Unik Tradisi dan Budaya China

Negara China atau Tionghoa memiliki tradisi dan kebudayaan y...

Mengenal Ciri Khas Budaya China yang Kaya Nilai dan Tradisi

China, sebagai salah satu peradaban tertua di dunia, memilik...

Mengenal Tradisi Paling Ikonik di China yang Menjadi Warisan Budaya Dunia

China, dengan sejarah panjang dan kaya budaya, memiliki seju...

Makanan Tradisional yang Ada dalam Tradisi Mandarin

Budaya Mandarin memiliki sejarah panjang yang sarat dengan s...