China, sebagai salah satu peradaban tertua di dunia, memilik...
Wednesday, 26 Nov 2025
Ciri Khas Penulisan di Taiwan yang Berbeda dengan Tiongkok Daratan
Taiwan dikenal bukan hanya karena keindahan alam dan perkembangan ekonominya, tetapi juga karena identitas budaya yang kuat. Salah satu aspek penting yang mencerminkan keunikan tersebut adalah sistem penulisan. Dibandingkan dengan Tiongkok daratan yang menggunakan aksara sederhana, Taiwan tetap mempertahankan aksara tradisional yang dianggap lebih klasik dan sarat makna budaya. Gaya bahasa, kosakata, hingga pengaruh lokal juga membuat penulisan di Taiwan memiliki karakteristik tersendiri yang menarik untuk dipelajari.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam sejarah, gaya bahasa, hingga relevansi penulisan di Taiwan di era modern, serta alasan mengapa sistem penulisan ini tetap menjadi simbol identitas bangsa.
Penggunaan Aksara Tradisional
Aksara tradisional (???) memiliki jumlah goresan yang lebih banyak dibandingkan aksara sederhana (???). Misalnya, kata “naga” ditulis ? dalam tradisional, sementara dalam sederhana ditulis ?. Bagi masyarakat Taiwan, bentuk tradisional dianggap lebih indah, memiliki nilai seni kaligrafi tinggi, serta melambangkan kontinuitas sejarah.
Hingga kini, seluruh dokumen resmi, buku pelajaran, papan iklan, hingga media massa di Taiwan konsisten menggunakan aksara tradisional. Hal ini sekaligus menjadi pembeda paling nyata antara Taiwan dan Tiongkok daratan.
Pengaruh Bahasa Lokal
Selain Mandarin, bahasa lokal seperti Taiyu (??/Hokkien) dan Hakka juga memberikan warna tersendiri dalam penulisan Taiwan. Banyak istilah lokal yang masuk ke media, sastra, bahkan percakapan sehari-hari.
Misalnya, dalam literatur modern Taiwan, penulis kerap menyelipkan frasa atau idiom dari bahasa Hokkien untuk menegaskan identitas lokal. Fenomena penggunaan bahasa campuran ini menjadi ciri khas unik yang membedakan penulisan Taiwan dari wilayah lain yang berbahasa Mandarin.
Penulisan Akademis dan Pendidikan
Sistem pendidikan di Taiwan menekankan penguasaan aksara tradisional sejak dini. Anak-anak diajarkan urutan goresan (stroke order) yang benar, sehingga tidak hanya sekadar menulis tetapi juga melestarikan seni kaligrafi.
Di tingkat akademis, Taiwan dikenal sebagai pusat penelitian yang menghasilkan banyak publikasi internasional. Menariknya, tulisan akademis sering mengombinasikan Mandarin tradisional dengan istilah bahasa Inggris. Hal ini mencerminkan keterbukaan Taiwan terhadap globalisasi tanpa meninggalkan identitas budaya.
Relevansi Penulisan Taiwan di Era Modern
Di era digital, sebagian orang mungkin menganggap aksara sederhana lebih praktis untuk mengetik atau membaca cepat. Namun, Taiwan tetap setia dengan aksara tradisional karena dianggap sebagai simbol identitas nasional.
Bahkan, aksara tradisional kini semakin populer di kalangan kaligrafer internasional dan pelajar asing yang ingin mempelajari keindahan budaya Tiongkok klasik melalui Taiwan. Gaya bahasa yang sopan, kaya variasi kosakata, serta pengaruh lokal menjadikan penulisan Taiwan sebagai bentuk literasi yang unik dan berharga.




